“Dengan
menghapus surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan
mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia
telah melucuti perintah-perintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka
tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” (Kolose 2:14-15)
Apa yang dimaksud
dengan kemenangan sejati? Kemenangan sejati adalah ketika Kristus berada di
atas kayu salib dan setelah itu Dia bangkit dari kematian. Kristsus telah
menang! Kemenangan-Nya memberi kita kemenangan atas beberapa hal penting,
yaitu:
1.
Kemenangan
atas Maut (1 Korintus 15:54b-57)
Maut
merupakan musuh manusia yang paling menakutkan. Tetapi Yesus sudah
mengalahkannya di kayu salib. Apakah itu berarti bahwa setiap orang beriman
tidak akan mengalami maut lagi? Kita pada suatu saat tetap akan mengalami
kematian, namun konsep tentang kematian itu sudah berubah. Maut tidak lagi
sebagai hal yang menakutkan, namun sebagia “pintu gerbang” menuju kemuliaan
kekal. Firman Tuhan menyebut orang percaya yang meninggal sebagai “tertidur” (1
Tesalonika 4:13).
2.
Kemenangan
atas Konsep Diri yang Salah
Setelah
maut, musuh terbesar kedua bagi manusia adalah diri sendiri. Paulus
menceritakan bagaimana pada masa lalu ia membangun harga dirinya dengan hal-hal
yang secara lahiriah dapat dibanggakan (Filipi 3:4b-6). Setelah mengenal Yesus
sebagai Juruselamat, ambisi Paulus berubah, seperti yang tertulis di dalam
Filipi 3:10-11. Paulus mengalami perubahan dalam “konsep nilai-nilainya”.
Konsep ini berkaitan dengan sesuatu yang dianggap paling berharga di dalam
kehidupan seseorang, falsafah hidup orang Kristen: “The only value is
truth/yang paling bernilai adalah kebenaran”.
3.
Kemenangan
atas Segala Tantangan dan Kesulitan
Seorang
pemenang adalah dia yang telah mengalahkan segala kesulitan dan tantangan di
dalam hidupnya. Firman Tuhan tidak mengajar kita untuk lari dari kesulitan.
Jikalau hal itu dikehendaki Tuhan, mintalah hikmat dan kekuatan daripada-Nya
untuk menaklukkan segala kesulitan. Tuhan tidak mengubah situasi dan kondisi
yang sulit dalam hidup kita, tetapi Tuhan mengubah sikap hati kita terhadap
kesulitan yang sedang dihadapi. Apa arti dari lebih dari pemenang? Yesus waktu
disalibkan dan dalam keadaan sangat menderita, Dia masih bisa berdoa untuk
pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya itulah arti lebih dari
pemenang.
4.
Kemenangan
atas Perasaan Takut yang Keliru
Rasa
takut yang keliru seringkali dipakai iblis untuk melumpuhkan dinamika hidup
Kristiani. Banyak orang Kristen tidak berani bersaksi karena mereka sudah kalah
sebelum bertanding. Mereka takut kalau-kalau orang lain tersinggung atau marah.
Iblis sering memakai “psychology of fear” (psikologi rasa takut) untuk
memadamkan semangat pelayanan di dalam diri kita.
5.
Kemenangan
untuk Hidup Memuliakan Tuhan (1 Korintus 15:17)
Yesus
bangkit berarti ada pengharapan bagi manusia yang ingin hidup benar dan mau
memuliakan nama Tuhan. Walaupun hanya 33, 5 tahun berada di bumi, tetapi Yesus
sudah mengisi setiap saat dalam hidup-Nya dengan hal-hal yang memuliakan
Bapa-Nya di Surga. Jadi, hidup Yesus
lebih menekankan pada segi kualitas atau mutu hidup dan bukan kuantitas atau
panjang umur. Masalah panjang umur bukanlah hal yang terpenting, tetapi
bagaimana seseorang menggunakan setiap waktu dalam hidupnya.
6.
Kemenangan
untuk Gereja-Nya (Matius 16:18)
Apakah
maksudnya batu karang petra di sini? Itu bukanlah diri Petrus (Petros), tetapi
pengakuan Petrus tentang Yesus. Di atas pengkuan itulah gereja Tuhan didirikan;
dan alam maut tidak akan dapat menguasainya. Tidak ada suatu kuasa pun yang
bisa menghancurkan gereja Tuhan. Gedung gereja bisa dihancurkan tetapi bukan
persekutuan umat Tuhan. Jadi, janganlah takut terhadap segala tantangan dan
aniaya. Takutlah jikalau Tuhan tidak diberikan tempat yang semestinya di
gereja-Nya (Wahyu 3:20).



No comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menulis komentar yang positif.