Friday, 24 July 2015

6 Kemenangan Sejati


“Dengan menghapus surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti perintah-perintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” (Kolose 2:14-15)

Apa yang dimaksud dengan kemenangan sejati? Kemenangan sejati adalah ketika Kristus berada di atas kayu salib dan setelah itu Dia bangkit dari kematian. Kristsus telah menang! Kemenangan-Nya memberi kita kemenangan atas beberapa hal penting, yaitu:

1.      Kemenangan atas Maut (1 Korintus 15:54b-57)
Maut merupakan musuh manusia yang paling menakutkan. Tetapi Yesus sudah mengalahkannya di kayu salib. Apakah itu berarti bahwa setiap orang beriman tidak akan mengalami maut lagi? Kita pada suatu saat tetap akan mengalami kematian, namun konsep tentang kematian itu sudah berubah. Maut tidak lagi sebagai hal yang menakutkan, namun sebagia “pintu gerbang” menuju kemuliaan kekal. Firman Tuhan menyebut orang percaya yang meninggal sebagai “tertidur” (1 Tesalonika 4:13).

2.      Kemenangan atas Konsep Diri yang Salah
Setelah maut, musuh terbesar kedua bagi manusia adalah diri sendiri. Paulus menceritakan bagaimana pada masa lalu ia membangun harga dirinya dengan hal-hal yang secara lahiriah dapat dibanggakan (Filipi 3:4b-6). Setelah mengenal Yesus sebagai Juruselamat, ambisi Paulus berubah, seperti yang tertulis di dalam Filipi 3:10-11. Paulus mengalami perubahan dalam “konsep nilai-nilainya”. Konsep ini berkaitan dengan sesuatu yang dianggap paling berharga di dalam kehidupan seseorang, falsafah hidup orang Kristen: “The only value is truth/yang paling bernilai adalah kebenaran”.

3.      Kemenangan atas Segala Tantangan dan Kesulitan
Seorang pemenang adalah dia yang telah mengalahkan segala kesulitan dan tantangan di dalam hidupnya. Firman Tuhan tidak mengajar kita untuk lari dari kesulitan. Jikalau hal itu dikehendaki Tuhan, mintalah hikmat dan kekuatan daripada-Nya untuk menaklukkan segala kesulitan. Tuhan tidak mengubah situasi dan kondisi yang sulit dalam hidup kita, tetapi Tuhan mengubah sikap hati kita terhadap kesulitan yang sedang dihadapi. Apa arti dari lebih dari pemenang? Yesus waktu disalibkan dan dalam keadaan sangat menderita, Dia masih bisa berdoa untuk pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya itulah arti lebih dari pemenang.

4.      Kemenangan atas Perasaan Takut yang Keliru
Rasa takut yang keliru seringkali dipakai iblis untuk melumpuhkan dinamika hidup Kristiani. Banyak orang Kristen tidak berani bersaksi karena mereka sudah kalah sebelum bertanding. Mereka takut kalau-kalau orang lain tersinggung atau marah. Iblis sering memakai “psychology of fear” (psikologi rasa takut) untuk memadamkan semangat pelayanan di dalam diri kita.

5.      Kemenangan untuk Hidup Memuliakan Tuhan (1 Korintus 15:17)
Yesus bangkit berarti ada pengharapan bagi manusia yang ingin hidup benar dan mau memuliakan nama Tuhan. Walaupun hanya 33, 5 tahun berada di bumi, tetapi Yesus sudah mengisi setiap saat dalam hidup-Nya dengan hal-hal yang memuliakan Bapa-Nya di Surga.  Jadi, hidup Yesus lebih menekankan pada segi kualitas atau mutu hidup dan bukan kuantitas atau panjang umur. Masalah panjang umur bukanlah hal yang terpenting, tetapi bagaimana seseorang menggunakan setiap waktu dalam hidupnya.

6.      Kemenangan untuk Gereja-Nya (Matius 16:18)

Apakah maksudnya batu karang petra di sini? Itu bukanlah diri Petrus (Petros), tetapi pengakuan Petrus tentang Yesus. Di atas pengkuan itulah gereja Tuhan didirikan; dan alam maut tidak akan dapat menguasainya. Tidak ada suatu kuasa pun yang bisa menghancurkan gereja Tuhan. Gedung gereja bisa dihancurkan tetapi bukan persekutuan umat Tuhan. Jadi, janganlah takut terhadap segala tantangan dan aniaya. Takutlah jikalau Tuhan tidak diberikan tempat yang semestinya di gereja-Nya (Wahyu 3:20).

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.