Ditulis oleh: Samuel
2 Korintus
4:6-8;5:1-10
Siapa yang ingin
menikah pasti memiliki beberapa kriteria dalam memilih
pasangan atau calon pendampingnya. Demikian juga dengan Tuhan, Ia sedang menanti
mempelai-mempelai-Nya yang
siap. Pertanyaannya adalah siapkah kita? Hidup kita didunia ini sangat singkat.
Siap atau tidak sial, susah atau senang, hari Tuhan pasti akan
datang, bagaimana kesiapan diri kita dalam menantikan-Nya
sebagai mempelai pria? Setiap tempat memiliki kebiasaannya sendiri-sendiri
dalam menentukan /mencari mempelai sesuai dengan tradisi yang berlaku di tempat
itu. Di Korintus, cara dan tradisi yang
belaku disana sangatlah berbeda dengan tempat lain. Mereka memiliki beberapa
tradisi, diantaranya mereka masih mempercayai tentang adanya dewi aprodite (dewi cinta). Pada
masa tertentu para gadis-gadis ditempat itu, di malam
hari akan keluar dan melayani siapapun pria yang ada di kota
itu telepas apakah pria itu penduduk asli atau pendatang. Singkat kata di Korintus
memiliki kebudayaan yang mendunia/serupa dengan dunia. Paulus bekerja keras
untuk jemaat disana, ia mengirim pesan dan saran bagi mereka karena ia ingin
jemaat di korintus bertumbuh dalam Kristus.
Paulus mau agar jemaat di Korintus tetap bertahan dengan cara hidup
Kristus bukan dengan cara hidup duniawi. Umat Tuhan harus bertumbuh didalam
Tuhan.
Ciri-ciri
umat yang bertumbuh adalah:
1. Melihat
apa yang tidak kelihatan
Menjadi mempelai
Kristus berarti bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi siap pada kedatangan-Nya
yang kedua kali. Umat Tuhan yang terus bertumbuh mengandalkan
Tuhan dalam segala hal. Karena apa yang kelihatan itu hanya sementara dan yang
tidak kelihatan itu kekal. Apa yang akan kita pikirkan? 2 Raja-raja 6:17, apa
yang kita lihat itu menpengaruhi iman kita sama halnya dengan pelayan Elisa,
saat Israel berperang melawan Aram. Pelayan Elisa sangat
ketakutan, mengetahui apa yang sedang terjadi di Israel, tetapi saat Elisa
berdoa dan Tuhan membuka matanya dan ia melihat bahwa begitu banyak malaikat
yang berada mengelilingi kota itu ia menjadi tenang. Bagaimna melihat
yang tidak kelihatan? kita harus berada
dalam hadirat Tuhan, maka kita dapat melihat apa yang tidak pernah kita
bayangkan, tetapi Tuhan sediakan bagi kita.
2. God’s Initiatives
Segala
sesuatu yang kita alami semua dalam kendali Tuhan , percayalah bahwa tidak ada
yang tidak Ia ketahui. Inisiatif Tuhan tidak terbatas, jadi jangan kita batasi
dengan pikiran kita. Beberapa inisiatif yang Tuhan
lakukan dalam hidup kita.
a. God himself preparedus
Tuhan yang menyediakan segala yang kita butuhkan. Tuhan mempersiapkan masalah dan juga jalan keluar untuk kita. Jangan takut dengan masalah yang kita hadapi, karena pasti selalu ada jalan keluar, tinggal bagaimana kita melihat cara Tuhan dalam mendewasakan kita dengan hal itu.
b. Roh Kudus sebagai Jamainan
Dengan jaminan diri-Nya sendiri yaitu Roh kudus, karena kita perlu roh kudus apapun alasannya. Jika kita merasa nyaman dengan hidup kita, maka itu artinya kita mulai tidak membutuhkan Roh Kudus. Dengan kenyamanan yang kita rasakan, kita akan membuat peranan Roh Kudus dalam hidup kita tdak berjalan dengan baik. Saat kita mulai merasa nyaman dengan hidup kita, maka saat itu kita harus bertobat.
a. God himself preparedus
Tuhan yang menyediakan segala yang kita butuhkan. Tuhan mempersiapkan masalah dan juga jalan keluar untuk kita. Jangan takut dengan masalah yang kita hadapi, karena pasti selalu ada jalan keluar, tinggal bagaimana kita melihat cara Tuhan dalam mendewasakan kita dengan hal itu.
b. Roh Kudus sebagai Jamainan
Dengan jaminan diri-Nya sendiri yaitu Roh kudus, karena kita perlu roh kudus apapun alasannya. Jika kita merasa nyaman dengan hidup kita, maka itu artinya kita mulai tidak membutuhkan Roh Kudus. Dengan kenyamanan yang kita rasakan, kita akan membuat peranan Roh Kudus dalam hidup kita tdak berjalan dengan baik. Saat kita mulai merasa nyaman dengan hidup kita, maka saat itu kita harus bertobat.
3. Walk by
faith to the end (Markus
9:24)
Berjalan
dengan Tuhan dalam setiap persoalan kita tidaklah mudah, tetapi saat itulah kita
akan didewasakan oleh Tuhan. Memilih untuk tetap setia sampai akhir butuh
perjuangan yang sangat keras, karena hal itu tidak mudah kita lakukan sendiri maka
Tuhan mengirimkan Roh kudus sebagi penolong.
Pilihan sebagai
mempelai Kristus yang dewasa adalah suatu proses yang panjang, dan itu
membutuhkan waktu yang lama. Pilihan kita sekarang ingin tetap setia sampai akhir atau menyerah
di tangah jalan?



No comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menulis komentar yang positif.