Ditulis
oleh: Ps. Sofian
“Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)
1.
Kasih Tuhan Selalu Mengasihi Kita
Keterbatasan
kita tidak akan membuat kasih Tuhan berkurang dari hidup kita dan kelebihan
kita tidak membuat Tuhan lebih mengasihi kita. Tetapi orang berjumpa dengan
kasih Tuhan pasti mengalami perubahan. Kasih Tuhan selama-lamanya bagi kita.
“Dari
jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang
kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun
engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan
mengasihi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang
yang bersukaria.” (Yer. 31:3-4)
Tuhan
menampakkan diri menyatakan Tuhan yang terlebih dahulu atau berinisiatif
memulai hubungan-Nya dengan kita. Pengorbanan, kematian dan kebangkitan Yesus
saat ini sudah menjadi milik dunia, hiburan, liburan, dan sudah kehilangan
esensinya yaitu kasih Yesus. Untuk itu pada momen ini, mari kita kembali kepada
kasih Bapa yang kekal itu.
“Maka
bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah
melihatnya, lalu bergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari
mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” (Lukas 25:20)
Tuhan
menunggu kita untuk kembali kepada Tuhan, Dia tidak pernah putus asa untuk
menunggu kita. Bapa menganggap kehormatan anak-Nya lebih penting daripada
reputasi-Nya. Kasih itu berani berkorban.
Tiga
hal yang Tuhan kembalikan saat kita kembali kepada Tuhan:
a. Jubah,
yang artinya identitas kita dikembalikan menjadi anak-anak Tuhan.
b. Cincin,
yang atinya otoritas. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa
supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
(Yohanes 1:2)
c. Kasut
yang artinya kekuatan untuk menjalani kehidupan.
2.
Kasih Itu Selalu Membangun
“Aku
akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel!
Engkau akan mengasihi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam
tari-tarian orang yang bersukaria.” (Yer. 31:4).
Kasih
Tuhan adalah kasih yang selalu membangun setiap hidup manusia.
Berikut
dua nilai moral kasih:
a. Kasih
Selalu Kebenaran
Kasih itu selalu benar dan tidak pernah
pura-pura. Dimana ada kasih di situ ada kebenaran dan memerdekakan. “dan kamu
akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes
8:32)
b. Kasih
Berisi Tanggung Jawab
Kasih itu memberi dan tidak menahan
untuk memberi bagi orang lain. Kasih harus selalu dialirkan kepada sesama kita.
Siapapun, kapanpun dan dimanapun, kasih tidak pernah memandang kedudukan, status,
agama, dan lai-lain.
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura!
Jauhilah yang jahat dan lakukan yang baik” (Roma 12:9)
Tuhan memberikan kasih-Nya bagi kita tanpa memandang
segala keberadaan kita. Allah memberikan kasih-Nya karena Allah adalah kasih
itu sendiri. Mari kembali kepada kasih Tuhan Yesus yang kekal bagi umat-Nya
yang mangasihi Dia.



No comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menulis komentar yang positif.