Friday, 10 July 2015

Memperbesar Teritorial Anda (Enlarge Your Teritories)

Ditulis oleh: Pdt. Denny Tantono, S.Th

"Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkauyang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami, firman Tuhan. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.” (Yesaya 54:1-3)

William Marsten seorang psikologi dari Amerika meneliti 3000 orang dan bertanya apa tujuan hidup mereka?
Hasil 94 % dari mereka tidak mempunyai kepastian mengenai tujuan hidup mereka. Tujuan menentukan arah sehingga orang tidak kehilangan arah dan tersesat. Tujuan hidup kita menentukan arah mana yang akan kita tuju atau capai. Matius 13:32 mengatakan “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya. “Artinya segala sesuatu diciptakan Tuhan memiliki tujuan. Allah memiliki tujuan dalam hidup kita yang harus kita jadikan tujuan hidup kita pula. Kita harus memiliki mimpi yang besar (big dream) dan berpikir besar (big think)

            Bagaimana caranya? Kita harus senantiasa memandang Tuhan Yesus. Mazmur 16:18-11 “ aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada hikmat senantiasa.” Kalau kita memandang kepada Tuhan, maka kita bisa melihat hal-hal indah yang Tuhan mau lakukan dalam hidup kita.

Contoh tokoh Alkitab yang memandang kepada Tuhan dalam hidupnya:

1.      Elisa (2 Raja-raja 6:16-17)

Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”Lalu berdoalah Elisa: “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka Tuhan membuka mata bujanh itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. Saat Nabi Elisa dan kotanya dikepung, bujangnya ketakutan tetapi Elisa tetap tenang. Elisa Tenang karena dia memandang Tuhan dan percaya Tuhan menyertai dan melindunginya.  

2.      Abraham (Kejadian 15:5-6)

Lalu Tuhan membawa Abram keluar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. “ Maka firman-Nya kepadanya: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. “Abraham terus memandang Tuhan dalam segala keadaan sekalipun situasi tidak memungkinkan.

3.      Murid-Murid Yesus (Matius 14:26-32)

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangantakur!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika di rasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hi orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang? “Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redahlah.

Memandang kepada Tuhan Yesus dengan cara:

1.      Percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

2.      Selalu hidup dekat dengan Tuhan.

3.      Yesus menjadi penguasa tunggal dalam hidup kita.

4.      Menjadi saluran berkat.

Memiliki hidup yang maksimal dalam Tuhan dengan senantiasa memandang kepada Tuhan.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.