“Anak-anakku,
marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3:18)
Seperti halnya Yesus
sendiri mengajarkan “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang
yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13). Sebab
bagaimana mungkin seseorang bisa mengaku memiliki kasih Allah tetapi mereka
menutup mata terhadap penderitaan saudara-saudaranya sendiri? Jangan hanya
berhenti dengan perkataan saja, tapi teruskanlah dengan perbuatan nyata dalam
kebenaran.
Inilah idealnya dan
jelas telah disebutkan dalam Alkitab. Banyak orang berpikir bahwa untuk
menyatakan kasih kepada orang lain itu selalu mahal harganya. Padahal tidaklah
demikian. Kita lupa bahwa sebuah senyuman sekalipun mampu membawa dampak
positif yang bisa menguatkan atau memotivasi orang lain. Ada kalanya sebuah
tepukan di pundak atau berada di samping mereka ketika tengah menghadapi
masalah, itupun bisa sangat berharga bagi yang membutuhkan. Seperti itulah
bentuk istimewa sebuah kasih, yang bukan hanya berhenti sebatas perkataan tanpa
disertai tindakan, tetapi justru harus terbukti lewat perbuatan-perbuatan yang
sesuai dengan kebenaran.
Jemaat Makedonia
disebutkan bukanlah jemaat kaya. Mereka juga bukan jemaat yang hidup nyaman
tanpa masalah. Jelas dikatakan bahwa mereka itu sangat miskin, dan mengalami
banyak penderitaan. Tapi lihatlah bahwa mereka tetap bersuka cita yang meluap
dan begitu kaya dalam kemurahan. “Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan
menurut kemampuan mereka, bahwa melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan
sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juda beroleh
kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan
diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah
juga kepada kami.” (2 Korintus 8:4)
Ternyata kasih memang
tidak tergantung dari miskin tau kayanya seseorang. Real love needs action. Dan perbuatan atau tindakan nyata ini harus
sesuai dengan hukum-hukum kebenaran dari Kerajaan Allah. Jangan karena kita
tidak tega lantas kita menjerumuskan orang-orang yang kita kasihi, jangan pula
kita hanya berkata sayang tetapi terus menyakiti atau tidak mempedulikan
mereka. Mari kita tampil menjadi orang-orang yang memiliki hati penuh kasih
yang akan mudah dirasakan oleh orang lain lewat tindakan-tindakan nyata kita.
It’s time to spread our
love with real action
Kasih yang tulus dan
sungguh-sungguh membutuhkan tindakan nyata



No comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menulis komentar yang positif.