Memasuki bulan Februari 2016, TUHAN kuat berpesan bahwa waktu-waktu ini adalah waktu-waktu persiapan.
Seperti halnya di kisah Elia ketika menjelang hujan akan turun setelah lama hujan tidak turun (1 Raja-raja 18 : 41 – 45). Saat itu Elia menyuruh Ahab untuk segera makan dan minum dan bersiap karena dinyatakan Elia bahwa hujan akan segera turun.
Penting
artinya jika sesuatu hal besar akan terjadi, maka gereja (kita semua) perlu
membuat persiapan yang baik dan tepat.
Apalagi
kejadian besar (hujan turun) di kisah tersebut menunjukan juga bahwa hal-hal
besar juga dapat terjadi dengan tiba-tiba dan sangat cepat, sangat disayangkan
jika kita tidak membuat persiapan akan kejadian-kejadian di waktu ke depan yang
akan segera terjadi.
Mari
sama-sama jadi bijaksana mengisi waktu-waktu kita di bulan Februari ini.
Dua
hal besar yang TUHAN sampaikan bahwa ke depan ini akan segera terjadi dan
gereja (kita semua) harus melakukan persiapan :
1) Kegoncangan
– kegoncangan besar akan terjadi, termasuk akan banyak kegoncangan di bidang
ekonomi.
Kegoncangan-kegoncangan
ini tidak pernah dirancang TUHAN untuk menghancurkan anak-anakNYA namun
sebaliknya akan melimpahi anak-anakNYA (Hagai 2 : 8 – 10) dan membuat perbedaan
antara orang benar dan orang fasik (Maleakhi 3 : 18)
Dari
awal masuk tahun 2016 ini, berkaitan dengan pesan ini, TUHAN sudah mengingatkan
bahwa menjalani sepanjang tahun ini perlu kita menjadi orang-orang yang
mengandalkan TUHAN (Yeremia 17 : 7-8). Orang yang mengandalkan TUHAN akan
diberkati.
Mari
sama-sama mengevaluasi diri kita masing-masing :
a) Sudahkah
hari demi hari kita melaluinya dengan membangun kebiasaan / budaya merendahkan
diri ke TUHAN ( TAWG – Time Alone with GOD – waktu pribadi dengan TUHAN )??
Orang yang mengandalkan TUHAN PASTI datang kepada TUHAN tiap akan menjalani
hari yang baru, karena dalam dirinya sedang dibangun kesadaran bahwa : “aku
tidak dapat berjalan tanpa TUHAN, aku membutuhkan TUHAN selalu”
b) Sudahkah
menjalani waktu-waktu ini baik terhadap tanggungjawab dan permasalahan di
pelayanan, studi, pekerjaan dan rumah tangga, kita meminta pimpinan Roh Kudus
di atas semua “kebisaan dan kepandaian” kita dalam menyelesaikannya??
c) Sudahkah
kita membangun gaya hidup Doa, Pujian dan Penyembahan dalam tiap-tiap waktu untuk
menjaga keintiman dengan TUHAN?? (Ranting butuh menempel pada pokoknya)
2) Penuaian
jiwa besar-besaran.
Menjelang
kedatangan TUHAN yang kedua kali, penting banyak jiwa-jiwa diselamatkan agar
tidak binasa dalam kekekalan. Tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya,
dimana TUHAN akan banyak berperkara memulihkan dan membebaskan gereja-Nya (kita
semua) dan jiwa-jiwa yang terbelenggu. (Yesaya 61 : 1-3)
Hal
yang sangat serius TUHAN kehendaki di waktu-waktu persiapan ini adalah bahwa
gereja (kita semua) harus sungguh-sungguh mempersiapkan wadah untuk penuaian
raya yang segera akan terjadi.
a)
Sudahkah pribadi kita makin peduli dengan jiwa-jiwa tentang kebutuhan keselamatan
dan pemulihan mereka??
b)
Sudahkah gereja (kita semua) mempersiapkan kuatnya kelompok-kelompok keluarga
rohani (FRESH) untuk memenangkan, meggembalakan dan mengajar mereka dalam
pertumbuhan rohani yang benar??
c)
Sudahkah mempersiapkan dan melahirkan banyak pemimpin-pemimpin baru di
kelompik-kelompok keluarga rohani (FRESH)??
karena semakin banyak jiwa dimenangkan maka HARUS diimbangi dengan
kapasitas yang HARUS makin besar.
Jangan
lupa juga membangun gaya hidup DOA lebih sungguh-sungguh di era penuaian jiwa
besar-besaran, karena terobosan alam jasmani SELALU didahului dengan terobosan di
alam rohani.
Selain
hal-hal persiapan di atas, ada 3 hal berbahaya yang diingatkan TUHAN di bulan
ini untuk kita HARUS mewaspadai karena tiga hal ini “sempat” membuat kerugian
besar dalam perjalanan bangsa Israel menuju ke Kanaan dulu.
Tiga
hal ini adalah :
(1) Keras
hati
Keras
hati adalah lawannya lembut hati. Makna lembut hati ( “meek” ) adalah jika
diarahkan oleh TUHAN, tidak membuat perlawanan). Berhati-hatilah dengan
karakter kebalikan lembut hati ini.
Israel
pernah dihabisi satu generasi oleh TUHAN karena didapati berkali-kali tegar
tengkuk (keras hati) kepada TUHAN.
Coba
rernungkan sungguh-sungguh ayat di Yeremia 18 : 9 – 10, janganlah membuat
“menyesal” telah merancang kebaikan bagi kita di 2016 ini.
(2) Pemberontakan
Coba
renungkan kisah di Bilangan 12 tentang pemberontakan Miryam dan Harun
memberontak kepada Musa, tidak cuma berakibat fatal membuat TUHAN tidak
berpihak kepada mereka namun juga bisa menurun sifat pemberontakan ini kepada
bangsa Israel (orang-orang yang dipimpinnya) – Bilangan 12 dan Bilangan 14.
Kita
belajar hidup dalam penundukan diri kepada pemimpin bukan dikarenakan
pemimpinnya harus lebih pintar, lebih bujaksana, lebih kaya ataupun lebih rohani dari kita, NAMUN karena
TUHAN memang MENGKEHENDAKI untuk kita memiliki karakter penundukan diri kepada
pemimpin.
Contohnya
penundukan diri tentang hal mendasar yang seringkali diingatkan terus mengenai
harus TAWG dan posting TAWG (sistem ini dibuat justru menjagai semua kita untuk
tetap untum dengan TUHAN dan Firman-NYA)
Hal
yang aneh jika kita bilang bisa taat kepada TUHAN yang tidak kelihatan NAMUN
kepada otoritas / pemimpin yang kelihatan kita tidak bisa taat.
“Tak
peduli serohani apapun kita di sebagian besar area hidup kita, satu saja area
yang tidak diserahkan kepada TUHAN dapat menyebabkan kejatuhan” –
Philip Mantofa.
Mari
belajarlah kita menang dalam karakter penundukan diri.
(3) Mental
10 pengintai
Sepuluh
pengintai (Bilangan 13) memang tidak memberi data palsu / dusta, namun cara
memandang masalah / tantangan di kenyataan yang ada melebihi cara memandang
kebesaran TUHAN yang sudah berjanji dan selalu sanggup mengatasi tantangan /
masalah apapun di depan kita.
Cara
pandang 10 pengintai bisa berbuahkan tawar hati.
Amsal
24 : 10 “jika engkau tawar hati pada
masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”
-Jawatan
Profetik GBI Miracle Service Yogyakarta-



No comments:
Post a Comment
Terima kasih telah menulis komentar yang positif.